Di tulisan sebelumnya, saya menyampaikan sedikit tentang karakteristik Angkatan Pujangga Baru. Sempat ada keinginan untuk merevisi tulisan itu dengan memasukkan  penjelasan tentang beberapa tokoh yang dikategorikan sebagai angkatan pujangga baru lengkap dengan beberapa judul karyanya. Tapi, sepertinya akan menjadi terlalu panjang, oleh karena itu tulisan tentang sastrawan-sastrawati angkatan pujangga baru saya posting terpisah. Semoga bermanfaat!.

SASTRAWAN-SASTRAWATI ANGKATAN PUJANGGA BARU

Kwartet berikut dikenal sebagai ujung tombak Angkatan Pujangga Baru:

Sutan Takdir Alisyahbana, kelahiran Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908, meninggal di Jakarta, 17 Juli 1986. Pujangga ini seorang ilmuwan dan filsuf bergelar Sarjana Hukum, Doktor Honoris Causa dan professor. Ia sangat terkenal dengan roman bertendennya Layar Terkembang(1936). Roman-romannya yang lain: Dian nan Tak Kunjung Padam(1932), Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940). Tebaran Mega (1935) merupakan kumpulan sanjak yang menandai kepenyairannya. Ternyata, Sutan Takdir tidak hanya hebat di zamannya. Pada masa pascakemerdekaan, bahkan setelah tergulungnya Lekranya PKI, Sutan Takdir pun ikut memasang bintang-bintang di pelataran langit kesusastraan Indonesia dengan dua romannya, masing-masing lebih 500 halaman Grota Azura (tiga jilid, 1970-1971) dan Kalah dan Menang(1978) serta kumpulan sanjak Lagu Pemacu Ombak(1978). Sebagai ilmuwan, S. Takdir Alisjahbana menulis antara lain:

Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)

Puisi Lama (bunga rampai, 1941)

Puisi Baru (bunga rampai, 1946)

Amir Hamzah, dilahirkan di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1911, gugur dalam suatu revolusi sosial di Sumatra Utara, Maret 1946. Penyair berdarah biru yang dijuluki “Raja Penyair Pujangga Baru” oleh H.B. Jassin dan “Pangeran dari Seberang” oleh N.H. Dini ini, mewarisi kita kumpulan-kumpulan sanjak: Buah Rindu, Nyanyi Sunyi dan Setanggi Timur: (sanjak terjemahan penyair-penyair Asia tempo dulu) serta Sastra Melayu dan Raja-rajanya. Amir Hamzah memperoleh Satya Lencana Kebudayaan pada tahun1969 atas antologi puisinya Nyanyi Sunyi Pada tanggal 10 November 1975 secara anumerta Amir Hamzah diangkat sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya terhadap Republik dalam menentang penjajah Belanda melalui himpunan Pemuda Indoonesia yang diketuainya di Solo.

Sanusi Pane, dilahirkan di Muara Sipongi Sumatra Utara, 14 November 1905, meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968. Ia menulis naskah-naskah drama Sandyakalaning Majapahit, Kertadjaya dan cerita bersetting negerinya Rabindranath Tagore Manusia Baru. Sebagai penyair, Sanusi Pane menulis antologi sanjak Madah Kelana dan Puspa Mega Karya-karyanya yang lain: Pancaran Cinta (1926), Airlangga (dalam bahasa Belanda, 1928), Sejarah Indonesia (1942), Indonesia Sepanjang Masa (1952), Bunga Rampai dariHikayat Lama (1946)..

Armijn Pane, adik kandung Sanusi Pane, dilahirkan di Muara Sipongi, 18 Agustus 1908, meninggal di Jakarta, 11 Februari 1970. Ia terkenal dengan roman psikologinya yang sempat  mencengangkan masyarakat yang moralis dan pernah terpalang Nota Rinkes karena terlalu beraninya, berjudul Belenggu. Armijn juga menulis Jinak-Jinak Merpati (kumpulan cerpen), Gamelan Jiwa dan Jiwa Berjiwa keduanya kumpulan puisi. Ia juga menulis kumpulan cerpen Kisah antara Manusia (1953), serta menerjemahkan Surat-surat R.A. Kartini untuk Ny.Abendanon dan sahabat Kartini yang lain, menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang (1968) dan novel Membangun Hari Kedua (1956, dari karya Ilya Ehrenburg)

Sastrawan-sastrawati yang seangkatan dengan mereka adalah:

Yan Engelbert Tatengkeng, dilahirkan di Sangihe, Sulawesi, 19 Oktober 1907, meninggal di Makassar, 6 Maret 1968. Ia terkenal dengan kumpulan sanjaknya Rindu Dendam, sama dengan salah satu judul puisi dalam buku tersebut. Kebanyakan puisinya bernafaskan religius Kristiani.

Selasih/Sariamin, dilahirkan di Sumatra Barat, 31 Juli 1909. Dia tersohor  dengan roman-roman sosialnya Pengaruh Keadaan dan Kalau Tak Untung. Selain roman-roman tersebut, ditulisnya pula: Rangkaian Sastra (1952), cerita-cerita anak Renca Juara (1981), Cerita Kak Murai (1984), Nakhoda Lancang (1982), serta novel Kembali ke Pangkuan Ayah (1986).

I Gusti Nyoman Anak Agung Panji Tisna, termasuk keturunan raja di Bali, dilahirkan di Singaraja, 8 Februari 1908, meninggal  di Singaraja, 1976, terkenal. dengan roman-romannya Sukreni Gadis Bali, I Swasta Setahun di Bedahulu. Karya-karyanya yang lain: Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935), Dewi Karuna (1938), I Made Widiadi/Kembali kepada Tuhan (1954).

Hanidah/Fatimah Hasan Delais, dilahirkan di Bangka, 8 Juni 1914, meninggal di sana, Mei 1953, terkenal dengan novel sosialnya berjudul Kehilangan Mestika;

Suman Hs. (Hasibuan), dilahirkan di Bengkalis 1905, meninggal di Pakanbaru, 8 Mei 1999, termasyhur dengan karya-karya novelnya: Percobaan Setia, Kasih Tak Terlerai, Mencari Pencuri Anak Perawan. Suman Hs yang terkenal sebagai tokoh  pendidikan di daerahnya, juga menulis novel Kasih Tersesat (1932), Tebusan darah (1939), serta kumpulan cerpen Kawan Bergelut.

Marius Ramis Dayoh, dilahirkan di Airmadidi, Minahasa, 1909, meninggal di Bandung, 15 Mei 1975. Ia menulis roman sejarah Pahlawan Minahasa, Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (1931), antologi puisi Syair untuk ASIB (1935), Putera Budiman (1941), Ratna Rakyat (1951), Koobangan (1953), dan Mamanua (1969).

Saadah Alim, dilahirkan di Padang.9 Juni 1897, meninggal di Jakarta, 18 Agustus 1968. Berpegalaman sebagai guru HIS dan Sekolah Guru Wanita di Padang pada zaman Belanda. Dari tahun 1924 sampai 1940 menjadi penulis di Bintang Hindia, Panji Pustaka, Het Dagblad dan Volks courant. Karya-karyanya: drama Pembalasannya (1940); terjemahan novel AnginTimur dan Angin Barat (karya Pearl S. Buck, 1941); Marga Tidak Tegak Sendiri (karuya Freddy Vagers, 1949); Zuleika Menyingsingkan Lengan Bajunya (karya Reisco).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s