resensi adalah memberikan ulasan terhadap buku yang baru terbit. buku tersebut pantas dipublikaskan atau tidak.
Selalu menarik ketika kita membahas perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Membaca pantun, mempelajati talibun, gurindam, ataupun puisi baru, seolah kita mengikuti sejarah perjuangan bangsa ini. Syair merupakan salah satu dari sekian banyak karya sastra yang lahir dalam sejarah perkembangan bangsa ini. Berbeda dengan gurindam yang muncul karena akulturasi budaya bangsa dengan hindu, syair muncul setelah agama Islam menyebar di nusantara (Simorangkir, 1952: 41). Dterangkan oleh Dr. Hooykaas bahwa syair yang tertua dalam bahasa melayu terdapat di sebuah batu nisan tua di Minye Tujoh Aceh, berangka tahun 781 H atau sekitar 1380 Masehi. Kata syair sendiri berasal dari bahasa arab yang bermakna Continue Reading

Membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh kita. Namun, sering kali kita merasa malas, jengah, dan jenuh ketika harus membaca sebuah teks yang panjang. Bahkan, setelah selesai membaca seluruh teks ternyata kita belum memahami isi bacaan tersebut, yang kemudian memaksa kita untuk membacanya berulang kali. Tapi, apakah dengan membaca berulang kali akan menambah pemahaman kita? mungkin, seberapa efektifkah cara membaca kita?.
Setiap individu mungkin memiliki kemampuan yang berbeda untuk Continue Reading

Hups…..!, ada rasa lelah di dada setelah menempuh perjalanan hampir 30 km. Ya, kini aku telah duduk di ruang perpustakaan sekolah tempat setiap hari aku menunggu bertemu anak-anak didikku, ruangan yang kerap menyaksikan betapa rindunya aku terhadap celotehan siswa yang berulang kali membuat keningku berkerut.
Hari ini tepat 22 hari ramadhan tahun ini kulalui. baru sebulan saja efektif bertemu anak-anak di kelas. Esok dan dua minggu ke depan ada jarak membentang dan waktu yang sepertinya akan membuat benteng baru dalam ruang yang seharusnya membuat aku dan siswaku berpadu, bersama belajar tentang bahasa tercinta. Ah, lagi-lagi libur. Senang, girang, dan lega, rasa itu ada dalam diriku bahkan mungkin itu pula yang dirasakan oleh siswaku. Siapa yang tak senang berlibur, lepas dari rutinitas. Tapi, lepas malam biasanya ketika aku terjaga ada bermacam pikiran dan pertanyaan yang menghampiri labirin otakku. Continue Reading
Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.
Gaya bahasa yang digunakan dalam iklan ini adalah gaya bahasa klimaks yaitu gaya bahasa iklan yang dimulai dari hal-hal yang bersifat tidak penting menuju kepada hal-hal yang lebih penting. Dari definisi tersebut terdapat definisi lain tentang iklan menurut American Marketing Association (AMA), iklan adalah Continue Reading
PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MALAYSIA
*) Penting untuk dicatat: tulisan ini dikutip dari ensiklopedia bebas wikipediaIndonesia. Apabila akan menjadikannya sebagai referensi, harap merujuk sumber asli sebagaimana ditulis di bagian akhir tulisan ini.

Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi MABBIM.
Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi Riau dan sekitarnya adalah bahasa Melayu Standar (atau bahasa Melayu Tinggi, bahasa Melayu Piawai). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.
Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut: Continue Reading
Resensi Buku Kumpulan Cerpen
Menjelaskan isi buku kumpulan cerpen berdasarkan kelebihan dan kekurangannya dengan alasan.
Salah satu jenis menulis adalah menulis karya-karya resensi. Resensi bisa ditujukan pada buku-buku fiksi dan non-fiksi. Terhadap buku-buku fiksi resensi bisa diterapkan pada buku kumpulan cerpen.
Karya resensi kebanyakan dimuat di media masa cetak. Oleh karena itu, harus memperhatikan aktualitas buku-buku yang diresensi. Kebanyakan tahun terbit buku yang diresensi sama dengan saat penulisan karya resensi. Paling jauh setahun sebelumnya.
Resensi buku dimulai dengan penulisan identitas buku yang terdiri dari;
- judul buku
- nama pengarang
- nama penerbit dan kota penerbitan
- tahun terbit
- jumlah halaman buku
Resensi membahas secara singkat isi buku, mempunyai gambarab secara menyeluruh apa yang terdapat dalam bukub yang di resensi. Jika yang diresensi kumpulan cerpen diuraikan :
- Berapa dan cerpen apa saja yang dimuat dalam kumpulan cerpen tersebut.
- Tema sentral/utama cerpen-cerpen tersebut atau tema masing-masing cerpen.
- Kelebihan dan kekurangan buku kumpulan cerpen yang diresensi.
Dalam menyampaikan kelebihan dan kekurangan buku yang diresensi,penulis resensi hendaknya mampu menyampaikan alasan-alasan rasional tentang kelebihan dan kekurangan tersebut, menyangkut soal isi buku , teknik, penyajian, ti[pografi/ perwajahan buku. .
.
Contoh resensi buku
PEREMPUAN YANG MENYIHIR
Buku : Sihir Perempuan
Penulis : Intan Paramadhita
Penerbit : Kata kita .Jakarta.
Cetakan : Pertama,Mei 2005
Tebal : 150 halaman
Sejumah cerpen yang dimuat di beberapa koran muncul hasil karya perempuan muda. Satu persatu dari mereka mulai menerbitkannya menjadi buku. Setahun silam nama LindaChistantidengan buku kumpulan cerpennya Kuda Terbang Maria Pinto menjadi momentum terpenting bagi generasi penulis perempuan muda seangkatannya saat didaulat terbaik di ajang Khatulistiwa Award.
Menyebut beberapa contoh lain,kemunculan nama Jenar Maesa Ayu, Yetti A.KA, Dina Oktaviani, Ucu Agustin, Nukila Akmaladalah yang berupaya menyeruak belantara sastra cerpen yang gersang dengan karya-karya penulis perempuan muda. Satu lagi diantaranya adalah Intan Paramadhita yang baru saja melepas buku kumpulan cerpen yang berjudul :Sihir perempuan. Dari pemilihan judul buku, judul-judul cerpen dan terutama tema yang diangkat penulisnya, adalah seputar kisah dunia gaib, pekat ceritera horor dan sejenisnya. Ia mengimgatkan kembali pada posisi dan keberadaan perempuan adi-manusiayang telah masyur dalam tradisi,semacam nenek sihir, kuntilanak, mak lampir,sundel bolong,Nyi Blorong ,hinggaRatuPantaiSelatan.
Mengutip komentar promosial di balakang buku, perempuan itu bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik……..Lalu mengapa penulisnya justru berkisah tentang sisi lain seorang perempuan,sebuah dunia di sudut lain, di mana ia mengangkat sisi kelam kehidupannya. Dalam cerpennya bisa terlacak kisah-kisah perempuan pembunuh ( cepen Mak Ipak dan Bunga-bunga), Stigma janda penggoda ( cerpen Pemintal Kegelapan). Tindakan aborsi ( cerpen Jeritan Dalam Botol), dan lain-lain.
Buku setebal 150 halaman ini, bukan semata-mata menyodorkan kisah-kisah horor, yang menegangkan dan menghibur. Cerpen yang mempunyai keterbatasan ruang, itu digunakan penulisnya untuk melancarkan “ permainan halus”-nya dalam tema-tema cerita “dunia kelam “ seorang perempuan. Ia dijadikan medium untuk melihat kembali dunia perempuan dengan segala aspeknya. Sebagai perempuan,penulis merangkum segala persoalan yang dialami perempuan dari sudut pandang perempuan. Meski tidak semua tokoh utamanya adalah perempuan, kita akan merasakan kelihaian penulisnyamenjungkirbalikkan kisah perempuan dalam dongeng Cinderela ( (cerpen Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari ) ,Super Woman (cerpen Mobil Jenazah). Karyawati yang baik (cerpen Vampir dan cerpen Darah), atau menjadi anak perempuan yang berbakti pada ayahnya (cerpen Pintu Merah ).Cerpen bagi Intan adalah sebuahtanya yang menanti jawab para pembacanya dalam pertaruhan peta nasib dan kisah seorang perempuan .
durjana itu bernama aku dan kalian
oleh danriris KS

Runtuh sudah benteng percayaku
Dihempas badai kemunafikan yang menggempur hebat
Disamping berdiri deretan pura-pura
Tepat dimuka berteriak mulut durjana
Hancur sudah beton percayaku
Tak kunyana sumpah itu hanya uapan kerbau
Ah…kasihan kerbau, kerbau saja masih berlaku jujur pada majikannya
bukan, bukan kerbau
aku kira itu umpatan babi…
ah tidak, babi saja masih mengakui jika dirinya kotor dan bernajis
jengah rasanya ditengah kepura-puraan
melarutkan ambisi idealis jiwa dulu kala
lelah bercerita dengan para binatang melata
yang telah bermutasi menjadi mamalia berkaki dua tapi tak ada akalnya
muntah sudah mulutku yang kian berbusa
busa yang terus menjadi dusta
di sisa kejujuran yang makin tiada
Jika ini yang terakhir, aku terima
oleh: danriris ks (juni 2011)

mengingat rasa indah lalu, sudah aku terima
mengenang sakit di kalbu, kerap aku terima
jika masih kau derakan, masih aku terima
andai pun masih hendak kau cambukkan, biarlah aku terima
aku terima apa adanya….
tangis yang tak lagi berair, kerap aku berikan
tawa yang bercampur perih, telah lama aku berikan
senyum manis yang tinggal diujung, habis aku berikan
habis sudah hanya untuk menggapai kasih darimu
kini,…
yang ku tahu, aku terima pun ku berikan
cambuk pedih, aku terima, yang kerap kau berikan
andai itu wujud kata perpisahan
biarlah menjadi akhir, akan ikhlas kuterima….